18/10/10

BAB 6: APA YANG ANDA PIKIR BERESIKO?

Saya telah memperhatikan betapa berbedanya orang-orang berpikir tentang uang. Saya telah bertemu dengan anak-anak dari keluarga sangat kaya dan anak-anak dari keluarga sangat miskin. Meskipun sebagian besar anak-anak disekolah  secara akademis cerdas, anak-anak dari keluarga miskin dan kelas menegah kelihatan berpikir dengan cara yang berbeda dengan anak-anak dari keluarga kaya.

Ayah kaya merespon dengan berkata: mereka tidak berpikir dengan cara yang berbeda, cara berpikir mereka benar-benar bertolak belakang. Realitasmu ditentukan oleh apa yang menurutmu pandai dan apa yang menurutmu beresiko.

Ayah kaya berkata: Belajar membangun bisnis adalah seperti belajar apa saja. Saya pikir bergantung pada jaminan kerja seumur hidup jauh lebih beresiko ketimbang mengambil risiko untuk belajar membangun bisnis. Risiko yang satu adalah untuk jangka pendek dan risiko yang satu berlaku seumur hidup.

Ayah kaya berkata: Kalau kamu ingin menjadi kaya, kamu mungkin perlu belajar untuk berpikir sangat bertolak belakang dengan cara berpikirmu sekarang.

Ayah kaya berkata: kalau kamu bekerja demi jaminan kerja, kamu akan bekerja keras dalam sebagian besar hidupmu. Kalau kamu bekerja untuk membangun bisnis, kamu mungkin bekerja lebih keras pada awalnya tetapi kamu akan bekerja semakin sedikit pada akhirnya dan kamu mungkin akan memperoleh uang sepuluh hingga 100 hingga 1000 kali lebih banyak. 

Jadi mana yang lebih pandai?
Karena mereka berpendapat bahwa berinvestasi itu beresiko, mereka bekerja keras menghemat uang…tetapi kenyataanya mereka melakukan hal yang sama dengan yang ayah kaya lakukan. Jika mereka mengubah realitas mereka tentang berinvestasi dan melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan untuk menghemat uang dengan membeli daging babi, mereka akan menjadi semakin kaya. Ayah kaya melakukan hal yang sama dengan yang mereka lakukan tetapi ayah kaya berebelanja bisnis, real estate investasi, saham, obligasi dan peluang-peluang bisnis lainya. Ayah kaya  berbelanja untuk portofolinya dan mereka berbelanja untuk kulkas mereka. Jadi mereka melakukan hal yang sama tetapi dari realitas yang berbeda.

Apa perbedaan orang kaya tamak dan orang kaya murah hati?
Ayah kaya berkata: pertama-tama, kamu tidak perlu menjadi kaya atau miskin untuk menjadi tamak atau murah hati. Dunia penuh dengan orang miskin yang tamak sama ada orang miskin yang murah hati, dan sebaliknya, dan seperti selalu saya katakan padamu, ada banyak cara untuk menjadi kaya. Kamu bisa meningkatkan kekayaanmu dengan menjadi pelit, tetapi persoalanya kamu akan tetap pelit pada akhirnya. Kamu bisa menjadi kaya dengan menikahi seseorang demi uang, tetapi kita juga tahu kamu akan jadi apa. Kamu bisa menjadi kaya dengan menjadi seorang penipu, tetapi kenapa harus menanggung risiko masuk penjara kalau jauh lebih mudah menjadi kaya diluar penjara. Dan kamu bisa menjadi kaya dengan mendapat keberuntungan tetapi masalahnya adalah kamu harus bergantung pada keberuntungan daripada kecerdasanmu bila kamu ingin menjadi lebih kaya.

Ayah kaya berkata: melakukan semakin banyak dengan semakin sedikit adalah satu bentuk bermurah hati. Sebenarnya, cara termudah untuk menjadi kaya adalah dengan bermurah hati, kapan saja saya ingin memperoleh lebih banyak uang, yang harus saya lakukan hanyalah bertanya kepada diri sendiri bagaimana saya dapat melayani lebih banyak orang.

Meminta uang lebih banyak untuk melakukan pekerjaan yang sama adalah tamak. Dalam dunia saya, kalau saya menginginkan uang lebih banyak, saya terlebih dahulu harus melakukan semakin banyak untuk uang yang semakin sedikit, bagi semakin banyak orang, maka saya menjadi kaya.

Saya mengetauhinya dengan segera setelah ini, bahwa kalau saya ingin menjadi lebih kaya, saya terlebih dahulu harus menemukan cara untuk lebih bermurah hati. Supaya saya bisa pensiun muda dan pensiun kaya, yang harus saya lakukan hanyalah menemukn cara menjadi semakin murah hati, bukan semakin tamak.

Dikutip dari Buku retire young retire rich (Robert Kiyosaki)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berfikirlah untuk hidupmu dan Berbuatlah atas Fikiranmu.

Orang kecil hidup untuk dirinya sendiri, Orang BESAR hidup untuk orang lain.

Renungkanlah...

Semoga anda menjadi orang Besar yang berbuat banyak kebaikan untuk orang lain. Semoga...

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.