Saya sadar betul bahwa semua manusia pasti akan mati hanya saja begitu banyak orang enggan unuk memikirkanya, sesuatu yang pasti akan dihadapinya. Entah itu karena takut mati, atau karena memang ia tak peduli dengan itu. Merupakan sesuatu hal yang tabu ketika kita membicarakan atau mendiskusikan mengenai hal yang berhubungan dengan kematian. Misalnya seperti mengapa kita mati? bagaimana kita mati? untuk apa kia mati? atau karena apa kita mati? dan kapan dan dimana kita mati? saya kira kalau kita tanyakan pertanyaan-pertanyaan iu, sebagian dari kita enggan untuk menjawab bahkan malas untuk mendiskusikan dan membicarakanya.
Sebenarnya perlukah kita memikirkan dan membicarakan kematian kita. Apakah perlu dan penting? Toh kita pikirkan ataupun tidak kia bicarakan atau kita tidak bicarakan mengeenai kematian kita, pasti kematian itu akan tetap kita rasakan.
Mungkin cukup bijak untuk dirikita untuk memimpikan/memikirkan dan membicarakan bahkan mencita-citakan kematian seperti apa yang kita inginkan, pengalaman kematian sekali-kalinya yang ingin kita rasakan. Bagaimana, mengapa dan unuk apa kita mati?, saya kira itu layak untuk kita pikirkan dan siapkan serta usahakan untuk hal yang kita semua wajib mengalaminya, sesuatuhal kita idak bisa berkatamau atau tidak mau, tapi yang bisa kita lakukan hanya mempersiapkanya atau tidak.
Untuk menjadi kaya saja, banya sekali orang yang mati-matian berjuang untuk mencapai sesuatu yang ia inginkan yaitu menjadi orang kaya. Bahkan tak jarang dari mereka banyak yang melakukan ssegala cara entah itu halal atau tidak, segala cara mereka lakukan seperti, mencuri, merampok, korupsi, membunuh, dll. Yang kesemuanya itu adalah perbuatan yang tidak terpuji, bahkan penuh resiko dan berdosa.
Mengapa mereka bisa sekeras itu untuk mewujudkan impianya yaiu menjadi kaya, tetapi mengapa kita tidak melakukan usaha yang sama berjuang untuk mewujudkan keinginan seperti apa yang kita inginkan dan cita-citakan. padahal kalau kita pikirkan kedua hal ini dengan akal dan logika kita, ia semua meyakini bahwa Tuhan tidak menjadikan semua orang menjadi kaya, tetapi Tuhan menjadikan semua orang untuk mengalami kematian, menjadi kaya itu tidak pasti sedangkan meningal (mati) itu adalah kepastian. Mengapa untuk hal yang belum tentu kia alami kita begitu bersemangat mempersiapknya sedangkan untuk hal yang pasti kita alami kita enggan untuk mempersiapkan untuk menghadapinya?Entahlah.
Jadi layakkah kita pikirkan dan usahakan serta cita-citakan kematian seperti apa yang kita inginkan untuk kita alami? Layakkah?
Orang bijak bilang
Kita hidup untuk mati
Kematian adalah tujuan akhir manusia
Jadi mengapa kita tidak peduli?
Apakah diakhir hidup kita (mati) kita akan merasa bahagia?
Apakah diakhir hidup kita, kita akan tersenyum?
Apakah kita akan puas dengan kematian yang kita alami itu?
Kalau jawabanya YA,
Apakah setelah kita mati, kita berkeinginan untuk kembali lagi hidup untuk merasakan kematian lagi, karena begitu senangnya atas kematian yang pernah dialami sebelumnya?
Bagaimana?
Berbuatlah untuk kematian anda, Semoga sukses.